Putus Rantai Penularan COVID-19, Doni Monardo: Jangan Kendor
Ketua Unit Pekerjaan Perlakuan COVID-19 Doni Monardo memperjelas jangan kendor dalam memutuskan rantai penebaran COVID-19. Hal tersebut dikatakan Doni dalam Meeting Pengaturan (Rakor) Perlakuan COVID-19 bersama barisan Pemerintahan Propinsi Sulawesi tengah, Selasa, 10 November 2020.
situs judi slot terpercaya game slot online paling menguntungkan
"Jangan kendor. Kita tidak paham COVID-19 ini kapan akan usai. Vaksinnya juga masih juga dalam proses," tutur Doni waktu rakor di Palu, Sulawesi tengah, dicatat Kamis (12/11/2020).
Sama instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika sampai sekarang ini ‘vaksin terhebat' ialah prosedur kesehatan. Jaga jarak aman, membersihkan tangan dengan sabun, dan menggunakan masker bisa dikerjakan warga.
"Vaksin terhebat itu ialah prosedur kesehatan," keras Doni.
Doni mengingati supaya perlakuan COVID-19 dapat lebih dinaikkan. Dia memandang walau usaha Pemerintahan Propinsi Sulawesi Sedang dalam kerangka memutuskan mata rantai penebaran COVID-19 masuk ke kelompok bagus. Tetapi, tingkat fatality rate-nya harus mendapatkan perhatian spesial dan mengantisipasi. Hingga yang akan datang jatuhnya korban jiwa karena terkena COVID-19 bisa diminimalkan secara baik.
"Kita cukup senang jika perlakuannya terhitung kelompok bagus. Tetapi, masihlah ada korban jiwa. Ini yang penting kita pikir di depan, bagaimana agar korban jiwa ini dapat seminimal kemungkinan," tutur Doni.
Doni menyarankan semua elemen Pemerintahan Propinsi Sulawesi tengah tidak berpuas diri atas perolehan perlakuan COVID-19. Dia masih minta warga masih siaga dan terus solid.
"Sulteng ini terhitung kelompok relatif benar-benar kecil. Angka meninggalnya di bawah 50," terang Doni lewat info sah yang diterima Health Liputan6.com.
"Keadaan ini semoga tidak membuat kita berpuas diri. Warga jangan meleng dan masih siaga."
Di pertemuan pengaturan, Satuan tugas Penangan COVID-19 ikut memberi kontribusi memberikan dukungan perlakuan COVID-19 di Propinsi Sulawesi tengah. Kontribusi berbentuk masker KN95 20.000, masker klinis 20.000, masker kain 150.000, APD premium 10.000.
Selanjutnya face shield 5.000, shoe cover 2.000, gloves 500, googles 250, disinfektan sprayer 5, hand sanitizer 20 jerigen, hand spray 1.000, dan ventilator 2 unit.
Satu studi belakangan ini dari jurnal klinis The Lancet menulis jika imbas psikis karena wabah Covid-19 dapat besar sekali.
